Permainan Silat Pelintau Tradisional Aceh



Pelintau di ambil dari bahasa tamiang asli yaitu; PELIN berarti semua, sedangkan TAU berarti tau atau mengerti, jadi PELINTAU memiliki makna atau arti SEMUA TAU, baik fisik maupun sepiritual.

Silat Pelintau menjadi tradisi untuk penyambutan pengantin di Aceh. Tradisi sambutan ini dinilai cukup berbahaya karena yang ditampilkan adalah gerakan-gerakan silat yang lihai oleh pemuda ahli pelintau Aceh.

Pendekar silat Pelintau ini akan menghadang rombongan pengantin lelaki ketika tiba di perkarangan rumah. Para pendekar ini terdiri dari lelaki dan perempuan. Ketika rombongan tiba, mereka pun siap beraksi. Selama aksi berlangsung, rombongan harus menjaga jarak. Karena aksi ini sebenarnya cukup berbahaya. Sebab dalam aksi seni silat Aceh, para pendekar ini juga menggunakan bermacam senjata tajam seperti pisau, pedang maupun toya. Meskipun memiliki senjata, para pendekar ini tidak menghujamkan senjatanya ke tubuh seperti seni Debus. Mereka memang murni memperagakan cara bertarung untuk mengalahkan musuh.

Gerakan seni silat Aceh, silat pelintau sendiri adalah variasi beragam gerakan lembut seperti gerakan dalam tarian. Maka kalau kita perhatikan sepintas, silat pelintau ini adalah kombinasi seni bela diri dari tarian. Nah, selama pertarungan berlangsung, beberapa orang lainnya tampil mendendangkan musik. Ada yang menabuh gendang, meniup seruling atau memainkan biola. Semua alat musik itu tampil harmonis dengan gerakan silat pelintau.

Sumber:http://permainan-tradisional-nusantara.blogspot.com/2018/03/permainan-daerah-aceh-silat-pelintau.html


Comments